MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
Nama :wiwik nur hidayah
Fakultas: Ekonomika Dan Bisnis
Progdi:akuntansi
- Definisi Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain. Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, tenaga kerja) dari lingkungan eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output bagi lingkungan eksternal. Definisi lingkungan eksternal adalah sebagi berikut:
· Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).
· Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).
· Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada di luar suatu organisasi, yang relevan pada kegiatan organisasi itu (James A.F. Stoner,1996:66)
Lingkungan eksternal juga dapat dibagi menjadi dua unsur, antara lain:
Menurut James A.F. Stoner:
1. Unsur-unsur tindakan langsung (direct action)
2. Unsur-unsur tindakan tak langsung (indirect action)
Menurut T. Hani Handoko:
1. Lingkungan ekstern mikro
2. Lingkungan ekstern makro
Menurut Chuck Williams:
1. Lingkungan khusus
2. Lingkungan umum
3. Lingkungan yang berubah
Dari ketiga pendapat tersebut sebenarnya mempunyai pengertian yang sama dalam pembagiannya, hanya Chuck Williams yang menambahkannya dengan point ketiga ‘Lingkungan yang berubah’. Jadi, Lingkungan eksternal itu terbagi menjadi:
1. Lingkungan ekstern mikro (unsur-unsur tindakan langsung atau Lingkungan khusus)
2. Lingkungan ekstern makro (unsur-unsur tindakan tak langsung atau Lingkungan umum)
1. LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari:
• para pesaing (competitors)
organisasi mengetahui posisi persaingannya, sehingga mampu mengoptimalkan
operasi-operasinya
• Langganan (customer)
Untuk mengantisipasi
perubahan perilaku pasar atau langganan dan
mengarahkan pengalokasian sumber dayanya sesuai kebutuhan dan keinginan
langganan
• Pasar tenaga kerja (labor supply)
Faktor yang paling berpengaruh adalah:reputasi perusahaan di mata angkatan
kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja dan tersedianya tenaga kerja susuai
persyaratan yang dibutuhkan
• Lembaga-lembaga keuangan
Jangka pendek untuk biaya operasi, sedangkan jangka panjang untuk fasilitas dan
peralatan baru
• Para penyelia (suppliers)
Harus selalu dinilai kualitas dan kuantitas dari penyedia, sehingga dapat
disesuaikan dengan karakteristik yang diinginkan perusahaan
• Perwakilan pemerintah
Peraturannya harus dipatuhi organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan dan
pembatasan lain untuk melindungi masyarakat
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari:
• para pesaing (competitors)
organisasi mengetahui posisi persaingannya, sehingga mampu mengoptimalkan
operasi-operasinya
• Langganan (customer)
Untuk mengantisipasi
perubahan perilaku pasar atau langganan dan
mengarahkan pengalokasian sumber dayanya sesuai kebutuhan dan keinginan
langganan
• Pasar tenaga kerja (labor supply)
Faktor yang paling berpengaruh adalah:reputasi perusahaan di mata angkatan
kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja dan tersedianya tenaga kerja susuai
persyaratan yang dibutuhkan
• Lembaga-lembaga keuangan
Jangka pendek untuk biaya operasi, sedangkan jangka panjang untuk fasilitas dan
peralatan baru
• Para penyelia (suppliers)
Harus selalu dinilai kualitas dan kuantitas dari penyedia, sehingga dapat
disesuaikan dengan karakteristik yang diinginkan perusahaan
• Perwakilan pemerintah
Peraturannya harus dipatuhi organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan dan
pembatasan lain untuk melindungi masyarakat
2. LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO
Lingkungan eksternal makro mencakup:
• Perkembangan Teknologi
Teknologi berperan dalam penentuan produk dan jasa yang diproduksi, peralatan
yang digunakan dan bagaimana operasi akan dikelola
• Variabel-variabel ekonomi
Perlu dilakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga
• Lingkungan Sosial-Kebudayaan
Mencakup kepercayaan,nilai,sikap,pandangan serta pola kehidupan yang
dibentuk tradisi, pendidikan, kelompok ethnis,ekologi,demografis,serta agama
dan kepercayaan dari masyarakat
Variabel-variabel Politik-hukum
Pemerintah memainkan peranan sekaligus sebagai pencipta kesempatan, pemberi
perlindungan, dan penetapan batasan
Dimensi Internasional
Kekuatan Internasional berpengaruh melalui perkembangan politik
dunia,ketergantungan ekonomi,penularan nilai-nilai dan sikap hidup serta transfer
teknologi
Lingkungan eksternal makro mencakup:
• Perkembangan Teknologi
Teknologi berperan dalam penentuan produk dan jasa yang diproduksi, peralatan
yang digunakan dan bagaimana operasi akan dikelola
• Variabel-variabel ekonomi
Perlu dilakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga
• Lingkungan Sosial-Kebudayaan
Mencakup kepercayaan,nilai,sikap,pandangan serta pola kehidupan yang
dibentuk tradisi, pendidikan, kelompok ethnis,ekologi,demografis,serta agama
dan kepercayaan dari masyarakat
Variabel-variabel Politik-hukum
Pemerintah memainkan peranan sekaligus sebagai pencipta kesempatan, pemberi
perlindungan, dan penetapan batasan
Dimensi Internasional
Kekuatan Internasional berpengaruh melalui perkembangan politik
dunia,ketergantungan ekonomi,penularan nilai-nilai dan sikap hidup serta transfer
teknologi
Model Hubungan Organisasi-Lingkungan
Setiap organisasi, baik yang berskala besar,
menengah, maupun kecil, semuanya akan berinteraksi dengan lingkungan di mana
organisasi tersebut berada. Lingkungan itu sendiri selalu mengalami
perubahan-perubahan sehingga, organisasi yang bisa bertahan hidup adalah
organisasi yang bisa menjesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Lingkungan
organisasi(organizational environment) dapat diartikan sebagai
kekuatan-kekuatan yang mempengariihi, baik secara langsung maupun tidak
langsung terhadap kincrja organisasi. Ada tiga jenis lingkungan yang dapat
mempengaruhi suatu organisasi yaitu lingkungan internal, lingkunagan eksternal
mikro, serta lingkungan eksternal makro.
1. Pengaruh Lingkungan Terhadap Organisasi
James D. Thomson mengajukan model bagaimana pengaruh lingkungan terhadap organisai. Model tersebut meliputi dua dimensi yaitu:
(1)
tingkat perubahan, Tingkat perubahan
melihat sejauh mana stabilitas suatu lingkungan. Lingkungan yang cepat berubah
berarti mempunyai tingkat perubahan yang tinggi.
(2)
tingkat homogenitas.. Tingkat homogenitas
melihat sejauh mana kompleksitas lingkungan. Lingkungan yang kompleks mempunyai
elemen yang banyak, dikatakan mempunyai tingkat homogenitas yang rendah. Kedua
dimensi tersebut membentuk derajat ketidakpastian lingkungan.
2. Lima Kekuatan Kompetisi
Cara lain melihat lingkungan adalah dengan menggunakan kerangka lima kekuatan kompetisi yang dikembangkan oleh Michael Porter, perusahaan dalam mencari keuntungan berebut dengan lima kekuatan yang sama-sama ingin mencari keuntungan juga. Kelima kekuatan tersebut adalah:
a. ancaman pendatang baru atau halangan untuk masuk
b. produk substitusi
c. pemasok
d. pembeli
e. pesaing
Jika perusahaan beroperasi di lingkungan dimana kelima kekuatan tersebut kuat, maka lingkungan tersebut tidak begitu menarik karena tidak menawarkan kemungkinan keuntungan yang tinggi, dan sebaliknya.
Cara lain melihat lingkungan adalah dengan menggunakan kerangka lima kekuatan kompetisi yang dikembangkan oleh Michael Porter, perusahaan dalam mencari keuntungan berebut dengan lima kekuatan yang sama-sama ingin mencari keuntungan juga. Kelima kekuatan tersebut adalah:
a. ancaman pendatang baru atau halangan untuk masuk
b. produk substitusi
c. pemasok
d. pembeli
e. pesaing
Jika perusahaan beroperasi di lingkungan dimana kelima kekuatan tersebut kuat, maka lingkungan tersebut tidak begitu menarik karena tidak menawarkan kemungkinan keuntungan yang tinggi, dan sebaliknya.
3. Strategi Menghadapi Lingkungan
a. Mempengaruhi Lingkungan Langsung
Manajer dapat mencoba mempengaruhi lingkungan langsung melalui beberapa cara: melakukan lobby, iklan, negosiasi atau perundingan. Manajer juga dapat membentuk aliansi strategis dengan pihak-pihak di lingkungannya. Cotoh: merger atau penggabungan usaha.
b. Memonitor Lingkungan Tidak Langsung
Dengan monitoring aktif manajer diharapkan akan memperoleh pringatan awal apabila da perubahan lingkungan yang tidak langsung yang akan berakibat signifikan terhdap organisasi. Agar monitor dapat dilakukan, manajer harus membuat sistem informasi lingkungan.
c. Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan
Jika kekuatan lingkungan tidak dapat dirubah, manajer terpaksa menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Proses penyesuaian dapat dilakukan secara formal dalam manajemen atau perencanaan strategi. Dalam perencanaan tersebut, manajer menetapkan tujuan, mengevaluasi lingkungan, dan kemudian menentukan strategi yang tepat.
Penyesuaian lain dapat dilakukan dengan merubah organisasi, struktur dan desainnya. Organisasi dengan lingkungan yang stabil akan lebih cocok menggunakan desain organisasi yang memaksimumkan efisiensi. Sebaliknya, jika organisasi berada pada lingkungan yang dinamis, diperlukan desain organisasi yang fleksibel.
4. Tanggung Jawab Sosial Manager
Perubahan konper manajerial dipengaruhi oleh factor intern dan esktern. Seorang manajer mempunyai tanggung jawab social atas keputusan-keputusan yang diambil, mengapa dikatakan demikian karena mempengaruhi dalam pencapaian tujuan organisasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, disamping itu juga menyangkut hajat hidup orang banyak yang kesemuanya menggantungkan dirinya kepada organisasi tersebut (ini kalau terlihat dituntut untuk dapat mengimplementasikan etika berusaha (the ethics of manager).
• Ada 5 faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah etika,
yaitu:
1 . Hukum
2 . Peraturan-peraturan pemerintah
3 . Kode etik industri dan perusahaan
4 . Tekanan-tekanan sosial
5 . Tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasia
Pendekatan-pendekatan
untuk tanggung jawab sosial:
Tanggung jawab sosial adalah tanggung jawab manajer perusahaan dan karyawan untuk membuat keputusan-keputusan yang melindungi, meningkatkan kesejahteraan, dan kemakmuran stakeholder dan seluruh masyarakat. Kalau tidak ada undang-undang atau hukum yang secara spesifik mengatur bagaimana perusahaan harus bertindak terhadap stakeholder, manajer harus menetapkan apa yang harus dilakukan, yang benar, etis, dan bertanggung jawab secara sosial.
Tanggung jawab sosial adalah tanggung jawab manajer perusahaan dan karyawan untuk membuat keputusan-keputusan yang melindungi, meningkatkan kesejahteraan, dan kemakmuran stakeholder dan seluruh masyarakat. Kalau tidak ada undang-undang atau hukum yang secara spesifik mengatur bagaimana perusahaan harus bertindak terhadap stakeholder, manajer harus menetapkan apa yang harus dilakukan, yang benar, etis, dan bertanggung jawab secara sosial.
Terdapat 4 tahapan
yang perusahaan dapat ambil dalam memenuhi kewajiban tanggung jawab sosialnya
dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi.
Dapat diketahui empat
macam pendekatan terhadap tanggung jawab sosial adalah sebagai berikut.
a. Obstructionist
stance
Pendekatan terhadap
tanggung jawab sosial, meliputi melakukan seminimal mungkin dan mungkin
meliputi usaha untuk mengingkari atau menutupi pelanggaran.
b. Defensive stance
Pendekatan terhadap
tanggung jawab sosial yang mana suatu perusahaan memenuhi hanya kebutuhan legal
minimum dalam komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan
sosialnya.
c. Accommodative
stance
Pendekatan terhadap
tanggung jawab sosial yang mana suatu perusahaan, jika secara khusus diminta,
melebihi kebutuhan legal minimum dalam komitmennya terhadap kelompok dan
individu dalam lingkungan sosialnya.
d. Proactive stance
Pendekatan terhadap
tanggung jawab sosial yang mana suatu perusahaan secara aktif mencari peluang
untuk berkontribusi dalam kebaikan kelompok dan individu dalam lingkungan
sosialnya
Pendekatan Terhadap Tanggung
Jawab Sosial
·
Penghindaran Sosial
Beberapa
organisasi berusaha meminimalkan keterlibatan mereka pada masalah-masalah
sosial. Jika berhadapan dengan masalah sosial, organisasi ini akan mencoba
membantah atau menutupi permasalahan yang ada.
·
Kewajiban Sosial
Dimana
organisasi berusaha memenuhi kewajiban sosialnya, terutama yang secar legal
diharuskan, misal memenuhi peraturan pemerintah.
·
Respon Sosial
Organisasi
berusaha memenuhi kewajiban minimalnya, ditambah lebih sekedar kewajiban
minimal tersebut. Perusahaan bersedia berpartisipasi dalam program sosial,
tetapi mereka harus diyakinkan bahwa program tersebut bermanfaat untuk
organisasi tersebut.
·
Konstribusi Sosial
Pendekatan ini
merupakan tahapan paling tinggi, dimana organisasi secara aktif berpartisifasi
dalam program-program sosial. Organisasi memandang dirinya sebagai bagian dari
masyarakat dan secar aktif memberi sumbangan kepada masyarakat.
Manajemen Tanggung Jawab Sosial
Pendekatan yang ideal
akan mencakup:
·
Menggabungkan tujuan
sosial ke dalam proses perencanaan tahunan
·
Menentukan standar
industri yang dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pencapaian program
social
·
Melaporkan kemajuan
program sosial kepada anggota organisasi
·
Melakukan perbaikan,
cara mencapai tujuan sosial, meskipun barangkali dengan trial and error
·
Berusaha menghitung
biaya dan manfaat dari program sosial yang dijalankan.
PERAN
MANAJER DALAM PERUSAHAAN
1.Pengertian
Manajer.
Manajer
adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk seluruh bagian
pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan harus mempunyai
wawasan yang luas. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang
mengepalai beberapa sektor yang dipegangnya. Pada perusahaan yang berskala
kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada
perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa
orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
2. Peran seorang manajer
dalam lingkungan organisasi
Di dalam
suatu perusahaan tidak memiliki manajer maka bisa dipastikan bahwa perusahaan
tersebut akan bangkrut karena proses manajemen dalam perusahaan tersebut tidak
berjalan,walaupun simber daya alat dan infrastrukturnya legkap namun apabila
tidak ada yang mengatur maka hal itu tidak akan ada artinya oleh karena itu
peran amnajer sangatlah vital.
Manajer yang hanya mau untuk menyuruh-nyuruh saja tanpa mau dikoreksi apalagi disalahkan bukan seorang manajer yang baik,dan hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja dari para bawahan yang dia bawahi,dan akhirnya berdampak kepada keuntungan atau kelangsungan dari organisasi itu sendiri,agar perusahaan tidak menjadi korban dari hal tersebut maka perlu dipilih seorang manajer yang baik yang mampu mengatasi masalah dan memiliki ciri-ciri kepemimpinan yang komunikatif.
Manajer yang hanya mau untuk menyuruh-nyuruh saja tanpa mau dikoreksi apalagi disalahkan bukan seorang manajer yang baik,dan hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja dari para bawahan yang dia bawahi,dan akhirnya berdampak kepada keuntungan atau kelangsungan dari organisasi itu sendiri,agar perusahaan tidak menjadi korban dari hal tersebut maka perlu dipilih seorang manajer yang baik yang mampu mengatasi masalah dan memiliki ciri-ciri kepemimpinan yang komunikatif.
1. Seorang manajer harus memahami
identitas dan khususnya karakter dari bawahanya,misalnya kemampuan
komunikasinya,keagresifan dalam bertanya,kadar emosi bawahanya,dan pengetahuan
tentang suatu masalah,hal ini menjadi penting karena untuk memperkecil distorsi
informasi ketika majnajer akan mendengarkan dan merespon usulan atau apresiasi
yang disampaikan oleh bawahanya.
2. Seorang manajer harus memahami apa
yang disampaikan bawahan termasuk dalam hal isi dan tujuan penyampaian
aspirasi,dengan semakin paham maka komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak
akan ada multitafsir yang akan menggaburkan komunikasi tersebut.
3. Selalu fokus dan penuh perhatian
kedapa karyawan yang menyampaikan pesan atau aspirasi,dan usahakan jangan
memberikan kesan manajer melecehkan bawahanya,hal ini penting untuk memberikan
empati tinggi sehingga karyawan atau bawahan akan merasa diperhatikan dan
dihargai eksistenti dan usulanya.
Sebelum
lebih jauh membahas tentang kemampuan seorang manajer yaitu memotivasi,kita
akan bahas dahulu tentang apa itu motivasi,motivasi adalah sebuah kemampuan
khusus yang dimiliki oleh orang lain yang bisa mendorong untuk melakukkan
sesuatu,ada konsep motivasi dan itu terdiri atas dua faktor yaitu faktor
intrisik dan faktor ekstrinsik,faktor intrinsik meliputi minat
pribadi,hasrat,keperluan memenuhi kebutuhan,dan faktor ekstrinsik meliputi
pujian dari orang lain,promosi jabatan danpenghargaan.
ada tiga cara yang umum dilakukkan untuk mempengaruhi atau memotivasi yaitu :
1. motivasi karena rasa takut.
2. motivasi karena insentif
3. motivasi karena pengembangan personal
nah dari ketiga cara tersebut cara ketigalah yang paling baik untuk memperngaruhi motivasi karyawan.
ada tiga cara yang umum dilakukkan untuk mempengaruhi atau memotivasi yaitu :
1. motivasi karena rasa takut.
2. motivasi karena insentif
3. motivasi karena pengembangan personal
nah dari ketiga cara tersebut cara ketigalah yang paling baik untuk memperngaruhi motivasi karyawan.
3.
Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen Informasi
Manajer
adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian pada suatu
perusahaan atau organisasi. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi
pekerjaan yang mengepalai beberapa. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin
cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau
organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum
yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
Tingkatan Manajer
Pada organisasi berstruktur
tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer
tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk
piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di
puncak).
Berikut ini adalah tingkatan manajer berdasarkan tingkatan dalam organisasi mulai dari bawah ke atas :
- Manejemen lini pertama (first-line
management) /Lower Manager (manajer bawah), yang dinamakan operational
management merupakan manajemen
tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan
non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut
penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area,
manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
- Manajemen tingkat menengah (middle
management), Orang yang berada dalam posisi manajer tengah dinamakan
manajer-manajer tengah yang mungkin terdiri atas satu atau lebih tingkatan
dalam organisasi.Tanggung jawab manajer tengah adalah mengerjakan
aktivitas dengan mengimplementasikan yang telah digariskan oleh manajer
puncak. mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama
dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya.
Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian,
pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
- Manajemen puncak (top
management), dikenal pula dengan istilah executive officer.
atau disebut juga sebagai administratif manajer. Orang yang berada
dalam kedudukan manajer puncak ini disebut top management
(manajemen puncak) atau disebut juga:
Chairman of the board
President
Chief executive officer
Senior vice president
Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan
mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah
CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer),
dan CFO (Chief Financial Officer).
Berdasarkan
luasnya aktivitas-aktivitas organisasional sesuai dengan pertanggung jawabnya,
maka klasifikasi manajer terdiri atas:
a. Manajer
fungsional (functional manager), ialah bertanggung jawab untuk hanya
satu aktivitas organisasional, seperti produksi, pemasaran, penjualan atau
keuangan.
b. Manajer umum
(general manager), dalam pengertian mengawasi suatu unit yang kompleks,
seperti suatu perseroan atau divisi pengoperasian yang berdiri sendiri yang
bertanggung jawab untuk semua aktivitas-aktivitas dari semua unit, baik
produksi, pemasaran, penjualan atau keuangan.
Fungsi
Manajer
Manajer
adalah sebagai pelaksana yang menyelesaikan urusan-urusan melalui orang lain.
Mereka mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya dan mengarahkan kegiatan
dari orang-orang lain dalam mencapai tujuan. Manajer adalah orang-orang yang
mengawasi kegiatan-kegiatan orang-orang lain dan bertanggung jawab atas
pencapaian tujuan dalam organisasi. Jadi manajer adalah individu atau seseorang
yang mencapai tujuan lewat orang-orang lain.
Pada awal
abad ke-20, seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol,
menjelaskan bahwa semua manajer menjalankan fungsi-fungsi manajer, yaitu:
1) Perencanaan yang mencakup mendefinisikan tujuan,
menegakkan strategi dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan.
2) Pengorganisasian, yaitu menetapkan apa tugas-tugas
yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakan, bagaimana tugas-tugas itu
dikelompokan, siapa melapor, kepada siapa dan di mana keputusan itu harus
diambil.
3) Memimpin yang mencakup memotivasi bawahan, mengarahkan
orang-orang lain, memilih saluran-saluran komunikasi yang efektif dan
memecahkan konflik-konflik.
4) Pengawasan
(kontrol), yaitu memantau kegiatan-kegiatan untuk memastikan kegiatan itu,
apakah sesuai dengan yang telah direncanakan dan mengoreksi setiap
penyimpangan.
Setiap
manajer bekerja dengan orang-orang dan ide-idenya, selain itu juga harus selalu
berhadapan dengan masalah-masalah yang perlu dipecahkan. Seorang manajer harus
mengetahui tentang aspek-aspek operatif dan tekhnik-tekhnik kerja yang baik
sebagai skill komunikatif dan pemikiran-pemikiran yang kreatif.
Manajer
adalah sebagai perencana, penggerak, pengawas jalannya roda organisasi untuk
mencapai tujuan.
James A. F. Stoner, 1982 dalam Albert Silalahi: 1999: 139-140, menjelaskan
sebagai berikut:
a. Manajer bekerja dengan dan melalui orang –orang lain, “orang” yang dimaksud
di sini bukan hanya bawahan dan supervisor, tetapi juga manajer-manajer lain
dalam organisasi juga termasuk individu-individu di luar organisasi, seperti
Customers, Clients, Suppliers, Union Representatives. Dengan demikian manajer
bertindak sebagai seluruh saluran komunikasi atau komunikasi dari organisasi.
b. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggung-jawabkan atas suksesnya
organisasi mencapai tujuan. Dengan demikian bertanggung jawab juga atas
tindakan yang dilakukan oleh bawahannya.
c. Manajer menyeimbangkan persaingan sasaran dan perangkat
prioritas-prioritas. Sebab sumber daya manusia harus menciptakan suatu
keseimbangan di antara sasaran yang beraneka macam dan kebutuhan-kebutuhan.
d. Manajer harus berpikir analitis dan konseptual. Bahwa manajer harus meilhat
permasalahan dalam berbagai bidang dalam memperoleh solusi yang fleksibel. Hal
esensial bila manajer dapat memikirkan bahwa tujuan organisasi merupakan
kesatuan dengan tujuan unit individual.
e. Manajer sebagai mediator atau perantara. Dalam hal ini harus dapat
menghubungkan kepentingan antar bagian, antar individu, individu dengan bagian
maupun antara antar organisasi dengan masyarakat dan lingkungan luarnya.
f. Manajer adalah politisi. Manajer harus dapat menciptakan hubungan-hubungan
dan menggunakan persuasi dan kompromis dalam mengatur pencapaian tujuan
organisasi. Manajer sebaiknya mengembangkan keterampilan politik (political
skills). Play politics (permainan politik), manajer efektif melalui
pengembangan jaringan kerja dengan mengikat hubungan dengan manajer-manajer
lain, misalnya dengan koalisi dan aliansi patungan.
g. Manajer adalah diplomat, mereka dapat bertindak sebagai wakil resmi dalam
pertemuan organisasional juga perjanjian dengan clients, customer, pejabat
pemerintah dan personil organisasi lain.
Manajer adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap pendaya-gunaan
subordinasi-subordinasi dan sumber-sumber organisasional lainnya. Pengertian
ini menekankan pada: misalnya kekuasaan mengambil keputusan secara formal dari
tingkat kekuasaan yang tertinggi dalam organisasi ke tingkat yang lebih rendah
sesuai dengan tugas, fungsi dan kedudukannya.
Best 10 casino bonuses (2021) - DrMCD
BalasHapusPlay online slots for real money at the best casino for free, 성남 출장마사지 including the best free spins no deposit offers at trusted 충청남도 출장마사지 online 양주 출장안마 casinos.Best Bonus Offer: $20 Free + 250 이천 출장샵 Spins No DepositBonus Wagering: 60x playthrough amountMinimum Deposit: $10 Rating: 4.1 · Review by 동해 출장샵 Dr